Kegiatan
3 Kerja Mandiri Membangun Teks Negosiasi
Secara mandiri
pada tugas 1 sampai dengan tugas 4 berikut ini, kalian diharapkan mencari
contoh teks negosiasi lain dan membuat teks negosiasi sejenis. Kalian dapat
menggunakan teks negosiasi antara wakil karyawan dan wakil perusahaan pada
Kegiatan 1 di atas sebagai panduan.
Tugas 1 Menanggapi Isi Teks Negosiasi
Kerjakan sesuai
dengan petunjuk!
(1)
Buatlah
ringkasan tentang pengertian negosiasi beserta cara-cara melakukannya. Sertakan
pada ringkasan kalian alasan dan tujuan dilakukannya negosiasi, pihak-pihak
yang terlibat dalam negosiasi, dan ragam bahasa yang digunakan dalam negosiasi!
Jawab
:
·
Negosiasi
adalah bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan
diantara kedua belah pihak yang terlibat.
Cara-cara
yang dilakukan antara lain :
1) Mengajak
untuk membuat kesepakatan.
2) Memberikan
alasan mengapa harus ada kesepakatan.
3) Membandingkan
beberapa pilihan.
4) Memperjelas
dan menguji pandangan yang dikemukakan.
5) Mengevaluasi
kekuatan dan komitmen bersamaan.
6) Menetapkan
dan menegaskan kembali tujuan negosiasi.
- Negosiasi
dilakukan karena pihak-pihak yang berkepentingan perlu menyelesaikan masalah
yang sedang mereka hadapi untuk mencapai kesepakatan bersama.
-Tujuan
dilakukan negosiasi adalah untuk mengurangi perbedaan posisi setiap pihak.
-Struktur
bahasa yang digunakan yaitu, Lisan dan Tulisan.
Lisan yaitu dengan cara diungkapkan secara langung sedangkan tulisan diungkapkan melalui surat mediasi.
Lisan yaitu dengan cara diungkapkan secara langung sedangkan tulisan diungkapkan melalui surat mediasi.
(2) Cocokkan pekerjaan kalian dengan pekerjaan teman-teman
kalian. Untuk memantapkan hasilnya, mungkin kalian perlu memperbaikinya lagi.
Tugas 2 Bernegosiasi dengan Pengusaha
Kerjakan sesuai
dengan petunjuk!
(1)
Carilah
beberapa contoh teks negosiasi yang menggambarkan pemecahan konflik kepentingan
antara dua belah pihak. Cermatilah teks yang telah kalian temukan itu apakah
teks tersebut memiliki struktur teks pembukaan, isi, dan penutup. Jika
teks-teks itu memiliki struktur teks yang berbeda, tatalah kembali teks tersebut!
§ Jawab
:
Penjual :
“Selamat datang, silahkan duduk.”
Pembeli :
“Terima kasih.”
Penjual :
“Ada yang bisa saya bantu?”
Pembeli :
“Saya ingin beli laptop.”
Penjual :
“Ingin laptop merk apa mbak?”
Pembeli :
“Yang bagus itu merek apa mbak ?”
Penjual: “Begini mbak, kalau masalah
bagus tidaknya itu relatif mbak. Semua merek ada kelebihan dan juga ada
kekurangannya. Tetapi sekarang yang paling laris itu Acer mbak.”
Pembeli :
“Saya boleh lihat yang Acer?”
Penjual :
“Iya, sebentar saya ambilkan dahulu.”
Pembeli :
“Iya.”
Penjual : “mau warna apa?”
Pembeli :
“Saya pilih coklat saja mbak. Harganya berapa mbak?” PEMBUKA
Penjual :
“Kalau yang ini harganya Rp 4.000.000,00.”
Pembeli :
“Tidak ada diskon mbak?”
Penjual :
“Kebetulan kita lagi ada promo untuk merek Acer ada spesial diskon 5%, jadi
harganya tinggal Rp 3.800.000,00.”
Pembeli :
“Tidak bisa turun lagi mbak?”
Penjual :
“Tidak bisa mbak. Ini bisa di kredit mbak, angsuran 8 X
dalam 5 bulan.”
Pembeli :
“Rp 3.500.000,00 gimana mbak? Cash.”
Penjual
: "Di tambahin lagi mbak!"
Pembeli
: "Saya tambahin Rp 50.000,00 gimana?"
Penjual :
"Tetap tidak bisa mbak, begini saja saya kasih Rp 3.700.000,00, itu
sudah turun banyak lho mbak."
Pembeli :
“Ya sudah saya setuju Rp 3.700.000,00.”
Penjual :
“Saya buatkan notanya dulu mbak.”
Pembeli :
“Iya.” ISI
Penjual :
“Ini notanya mbak,silahkan tanda tangan disini. Ini juga ada garansinya 1
tahun, jadi kalau ada masalah dengan laptopnya bawa saja kesini.”
Pembeli :
“Oh iya, ini uangnya.”
Penjual
: "Terima kasih."
Penjual
: "Oh iya."
Pembeli :
“Selamat siang.”
Penjual :
“Selamat siang.” PENUTUP
(2)
Carilah
beberapa contoh teks negosiasi dalam jual beli dari sumber lain. Cocokkan
apakah teks-teks tersebut mempunyai struktur teks orientasi^permintaan^pemenuhan^penawaran^persetujuan^pembelian^penutup.
Jika teks-teks itu memiliki struktur
teks yang berbeda, tatalah kembali teks tersebut!
·
Jawab :
Negosiasi Jual Beli Mobil :
Pembeli : Selamat siang pak,
Penjual : Selamat siang, Silahkan Duduk. Dengan Ibu putri Bukan ..?
Pembeli : Benar pak, Saya Yang menghubungi bapak pagi tadi .
Penjual : Baiklah, Langsung ke inti nya saja, apa benar Ibu putri tertarik dengan mobil yang di iklankan di Koran Riau pos itu?
Pembeli: Betul pak, dari foto yang ditampilkan di Koran tersebut, saya tertarik ingin memlihat fisik asli mobil tersebut secara dekat, karena berdasarkan foto yang saya lihat, kelihatannya mobil bapak masih dalam keadaan bersih dan baru.
Penjual : Ohh itu betul sekali , mobil itu baru saya beli sekitar 2 tahun yang lalu, dan kondisinya sangat bagus sekali, saya menjualnya karena ingin mengganti mobil yang baru.
Pembeli : Memangnya mengapa bapak ingin mengganti mobil tersebut?
apakah mobil itu sudah mengalami kerusakan?
Penjual : oh tidak…tidak sama sekali, saya menganti mobil itu karena mobil itu terlalu kecil untuk saya sekeluarga , jadi saya ingin mengganti mobil yang lebih besar dari mobil tersebut.
pembeli : berapa harganya kira kira pak?
penjual : 200 jt bu
pembeli : boleh 175 tidak pak?
penjual : belum bisa bu, 190jt yah
pembeli : 180 deh pah
penjual : tidak bisa bu, yasudah saya kasih 185jt buat ibu
Pembeli : Selamat siang pak,
Penjual : Selamat siang, Silahkan Duduk. Dengan Ibu putri Bukan ..?
Pembeli : Benar pak, Saya Yang menghubungi bapak pagi tadi .
Penjual : Baiklah, Langsung ke inti nya saja, apa benar Ibu putri tertarik dengan mobil yang di iklankan di Koran Riau pos itu?
Pembeli: Betul pak, dari foto yang ditampilkan di Koran tersebut, saya tertarik ingin memlihat fisik asli mobil tersebut secara dekat, karena berdasarkan foto yang saya lihat, kelihatannya mobil bapak masih dalam keadaan bersih dan baru.
Penjual : Ohh itu betul sekali , mobil itu baru saya beli sekitar 2 tahun yang lalu, dan kondisinya sangat bagus sekali, saya menjualnya karena ingin mengganti mobil yang baru.
Pembeli : Memangnya mengapa bapak ingin mengganti mobil tersebut?
apakah mobil itu sudah mengalami kerusakan?
Penjual : oh tidak…tidak sama sekali, saya menganti mobil itu karena mobil itu terlalu kecil untuk saya sekeluarga , jadi saya ingin mengganti mobil yang lebih besar dari mobil tersebut.
pembeli : berapa harganya kira kira pak?
penjual : 200 jt bu
pembeli : boleh 175 tidak pak?
penjual : belum bisa bu, 190jt yah
pembeli : 180 deh pah
penjual : tidak bisa bu, yasudah saya kasih 185jt buat ibu
pembeli : yasudah lah oke
penjual : terimakasih bu
penjual : terimakasih bu
(3)
Carilah
beberapa contoh teks negosiasi antara pengusaha dan pihak bank. Cocokkan apakah
teks-teks tersebut mempunyai struktur teks orientasi ^ pengajuan ^ penawaran ^ persetujuan
^ penutup. Jika teks-teks itu memiliki struktur teks yang berbeda, tatalah kembali
teks tersebut!
§ Jawab :
1.Pengusaha : ”Selamat
siang. ”
2.Pihak Bank : ”Selamat
siang. Ada yang bisa saya bantu? ”
3.Pengusaha : ”Ya,
saya ingin bertemu dengan kepala bagian kredit. ”
4.Pihak
Bank : ”Mari saya antar. ” (menuju ke ruang
kepala bagian kredit)
5.Pengusaha : ”Begini
pak. Saya akan mengembangkan usaha saya, jadi saya akan mengajukan kredit
6.Pihak
Bank : ”Berapa jumlah uang yang Anda butuhkan untuk
mengembangkan usaha Anda?”
7.Pengusaha : ”Saya
membutuhkan dana sebesar 150 jt. bisakah saya mendapatkan pinjaman itu?”
8.Pihak
Bank : ”Maaf, Pak. Jumlah pinjaman bapak terlalu besar.
Bagaimana jika pihak bank memberikan pinjaman kepada bapak sebesar 100
jt.”
9.Pengusaha : ”Usahakan
lebih. Saya membutuhkan itu untuk mengembangkan usaha saya. ”
10.Pihak
Bank : ”Baiklah. Bank hanya mampu memberikan pinjaman sebesar 120
jt. ”
11.Pengusaha : ”Baiklah.
Akan saya ambil. Kalau bisa, uang dicairkan secepatnya.”
12.Pihak
Bank : ”Kalau bapak setuju uang itu bisa dicairkan besok.”
13.Pengusaha : ”Baiklah
kalau begitu terima kasih atas kerjasamanya, saya permisi dahulu Pak.”
14.Pihak
Bank : ”Sama-sama Pak. Selamat siang. ”
15.Pengusaha : ”Selamat
siang. ”
(keluar dari
ruang kepala bagian kredit)
*no.1-3:
orientasi
no.4-6:
pengajuan
no.7-9:
penawaran
no.10-12:
persetujuan
no.12-15:
penutup
(4)Apakah
teks-teks negosiasi yang kalian temukan itu juga diungkapkan dengan bahasa yang
santun dan/atau persuasif? Jika tidak demikian, perbaikilah teks tersebut agar
terkesan lebih santun dan/atau persuasif!
jawab : ya
jawab : ya
Tugas
3 Bernegosiasi untuk Memecahkan Konflik
Kerjakan sesuai dengan petunjuk!
1)
Kalian
tentu telah banyak menyaksikan berbagai konflik kepentingan di sekitar kalian.
Kali ini, buatlah teks negosiasi yang berisi pemecahan konflik yang terjadi
antara pedagang di pasar kota dan pengelola pasar tersebut. Pedagang diwakili
oleh ketua paguyuban pedagang yang ada di pasar tersebut, sedangkan pengelola
pasar diwakili oleh pimpinan pasar sendiri. Buatlah dialog tersebut seperti
dialog pada Kegiatan 1 dengan struktur teks pembukaan^isi^penutup.
·
Jawab :
Pemimpin
Pasar : Permisi, Bu
Ketua
Peguyuban : Iya Pak, ada apa?
Pemimpin Pasar : Maaf
Bu, Sebaiknya Ibu jangan berdagang di sini, kasihan pengendara yang lewat di
sini disamping itu jalan ini juga terlalu sempit
Ketua Peguyuban : Wah Pak, kenapa
begitu? Saya sudah beberapa minggu di sini.
Pemimpin Pasar :
Bukanya begitu, kita di sini berusaha untuk menjaga keamanan dan keselamatan
para penjual dan pembeli. Saya tidak melarang Ibu berjualan di sini, tapi Ibu bisa
pindah ke tempat lain
Ketua
Peguyuban : Tapi kalau saya pindah pelanggan saya bagaimana?
Pemimpin Pasar :
pasti ketemu, Ibu tolong kemasi barang – barang ibu, sekarang saya sudah
siapkan tempat untuk ibu berjualan
Ketua
Peguyuban : oke lah pak
Pemimpin
Pasar : terima kasih bu
Ketua
Peguyuban : sama – sama
(3)
Bayangkan
bahwa kalian adalah pengurus OSIS di sekolah. Kalian telah mengajukan usulan
program kepada kepala sekolah untuk mendirikan koperasi sekolah yang dikelola
oleh siswa sendiri. Agar pihak sekolah dan pengurus sekolah yang dikelola oleh
siswa sendiri. Agar pihak sekolah dan pengurus OSIS mempunyai pandangan yang
sama, kedua belah pihak perlu bertemu dan melakukan negosiasi. Buatlah teks
negosiasi yang menggambarkan keadaan tersebut!
·
Jawab :
Setelah para pengurus OSIS
berdiskusi tentang rencana pendirian koperasi sekolah, mereka ingin meminta
persetujuan kepada kepala sekolah. Dengan diwakili ketua OSIS mereka
menyampaikan keinginan mereka kepada kepala sekolah. Ketua OSIS pun menemui
kepala sekolah di ruangkepala sekolah. Di sana mereka membahas hal tersebut.
Ketua
OSIS :
Selamat siang, Pak.
Kepalasekolah :
Selamat siang, silakan duduk.
Ketua
OSIS :
Ya, Pak terimakasih.
Kepalasekolah :
Apa yang ingin kamu bicarakan?
KetuaOSIS :Begini
Pak,saya mewakili teman-teman ingin mengajukan proposal tentang pendirian
koperasi.
Kepalasekolah :
Saya kira untuk pengajuan proposal pendirian koperasi bisa saya
setujui, tetapi saya takut jika kelak koperasi akan berhenti di
tengah jalan karena tidak ada tanggung jawab dari pengurusnya.
Ketua
OSIS :
Saya dan teman-teman yang lain akan berusaha untuk memajukan koperasi itu
kelak.
Kepalasekolah :
Ya, saya mengerti, tapi saya tidak bisa memutuskan hal ini sendiri. Saya harus
membicarakannya dengan dewan komite. Selain itu ada beberapa faktor yang harus
saya pertimbangkan juga.
KetuaOSIS :
Ya, Pak saya mengerti.
Kepalasekolah :
Jika koperasi ini terlaksana, berapa biaya yang kalian perlukan?
Ketua
OSIS :
kira-kira Rp1,5juta, Pak.
Kepalasekolah :
Wah….Dana itu terlalu besar. Saya kira dengan uang sebesarRp750.000,00 saja
sudah cukup.
Ketua
OSIS :
Tapi, Pak kami ingin koperasi bisa lengkap dan dana tersebut juga untuk biaya
perawatan koperasi.
Kepalasekolah :
Tapi, setidaknya penyediaan kebutuhan sekolah dan yang lainnya sudah cukup
dengan dana segitu.
Ketua
OSIS :
Akan tetapi, kami juga membutuhkan dana simpanan, Pak. Bagaimana jika Rp1,2
juta Pak?
Kepalasekolah :
Kami dari sekolah sudah mentapkan dengan dana sebesar Rp 750.000,00.
Ketua
OSIS :
Kami mohon Pak, tolong ditambah lagi untuk kemajuan koperasi kita kelak.
Kepalasekolah :
Baiklah kami tambah menjadi satu juta.
Ketua
OSIS :
Baik Pak sayasetuju, terimakasih.
Kepalasekolah :
Ya, sama-sama. Kami dari pihak sekolah ingin melihat tanggung jawab kalian
dalam mengelola koperasi ini.
Ketua
OSIS :
Ya, Pak. Saya pamit dahulu Pak. Selamat siang.
Kepalasekolah :
Selamat siang.
Ketua OSIS pergi meninggalkan ruang
kepala sekolah dan menyampaikan hasil diskusinya bersama kepala sekolah kepada
pengurus OSIS lain.
(4) Peragakan
negosiasi pada nomor (1) dan (2) itu bersama teman-teman dalam kelompok yang
terdiri atas dua orang.
Tugas
4 Membuat Teks Negosiasi tentang Rintisan Kerja Sama
Kerjakan sesuai dengan petunjuk!
(1)
Bayangkan
bahwa kalian adalah pengusaha batik. Kalian akan mengajukan usulan program
kepada pemerintah daerah untuk mendirikan laboratorium batik. Kalian juga
menjalin kerja sama dengan pengusaha batik yang lain. Buatlah teks negosiasi
yang menggambarkan rintisan kerja sama itu. Pertama, kalian membuat teks
negosiasi antara kalian dan pengusaha batik yang lain. Kedua, kalian membuat
teks negosiasi antara wakil pengusaha batik dan wakil pemerintah.
Jawab
:
Pengusaha batik
dengan batik lainnya
Pengusaha
1
: “Selamat siang, Pak.”
Pengusaha
2
: “Selamat siang, silakan duduk.”
Pengusaha
1
: “Terima kasih, Pak.”
Pengusaha
2
: “Ada keperluan apa Bapak datang kesini?”
Pengusaha
1
: “Begini, Pak. Kualitas kain batik di kota ini semakin menurun, peminatnya
juga semakin sedikit.”
Pengusaha
2
: “kita harus mencari jalan supaya peminat kain batik di kota ini terus
bertambah.”
Pengusaha
1
: “Bagaimana jika kita mendirikan laboratorium batik saja, Pak?”
Pengusaha2
: “Wah wah, untuk mendirikan laboratorium batik kan perlu dana yang banyak,
Pak. Sedangkan kita hanya pengusaha
batik kecil-kecilan.”
Pengusaha
1
: “Kalau masalah dana kan bisa ditanggung bersama, Pak.”
Pengusaha
2
: “Bagaimana jika dana kita tidak mencukupi?”
Pengusaha
1
: “Kita bisa bekerja sama dengan pengusaha lain, Pak.”
Pengusaha
2
: “Apa keuntungan kita mendirikan laboratorium batik?”
Pengusaha
1
: “Kita bisa meningkatkan mutu dan kuatitas kain batik, semakin bagus kualitas
kain batik kita maka semakin banyak juga keuntungan
yang kita dapatkan.”
Pengusaha2
: “Baiklah, Pak. Saya setuju. Apakah kita perlu mengusulkan hal ini
kepada pemerintah?”
Pengusaha
1
: “Perlu, Pak. Baiklah, selepas saya dari sini saya akan mengirim surat
untuk menentukan jadwal pertemuan kita dengan pemerintah.”
Pengusaha
2
: “Ide yang bagus. Saya tunggu kabarnya ya, Pak.”
Pengusaha
1
: “Iya, kalau begitu saya pergi dulu. Terima kasih Pak.”
(mereka besalaman)
Pengusaha
2
: “Sama-sama, Pak.”
Negosiasi wakil pengusaha batik dan wakil pemerintah
Wakil pengusaha batik :
Selamat siang, Pak.
Wakil
pemerintah :
Selamat siang. Mari, silakan duduk.
Wakil pengusaha
batik : Ya, terima kasih.
Wakil
pemerintah :
Saya, Harta Dinata, wakil pemerintah.
Wakil pengusaha
batik : Saya Ardyanto, wakil para pengusaha.
(Mereka
bersalaman)
Wakil
pemerintah :
Ada yang bisa saya bantu, Pak?
Wakil
pengusaha batik : Begini, Pak. Sebenarnya saya dan
pengusaha batik yang lain ingin meminta bantuan dana untuk mendirikan
laboratorium batik.
Wakil
pemerintah :
Jadi, Saudara ingin mendirikan laboratorium batik?
Wakil pengusaha batik :
Iya, Pak. Dengan adanya laboratorium batik nanti, kami harap batik
akan berkembang pesat.
Wakil
pemerintah :
Apa yang membuat Anda yakin kalau batik akan berkembang pesat?
Wakil pengusaha
batik : Kami sudah memiliki beberapa inovasi batik yang
siap dipasarkan setelah laboratorium ini berdiri, lagi pula kami juga bekerja
sama dengan 3 pengusaha batik lainnya yang juga memiliki ide-ide inovatif. Lagi
pula kalau batik berkembang pesat ke internasional pemerintah juga diuntungkan,
bukan?
Wakil
pemerintah :
Lalu, mengapa Saudara membutuhkan bantuan pemerintah?
Wakil pengusaha batik :
Karena, kami membutuhkan bantuan dana dan
surat
izin dari pemerintah, Pak.
Wakil pemerintah :
Baiklah, empat hari lagi kami akan memberi pemberitahuan kepada Saudara.
Wakil pengusaha
batik : Terima kasih atas kerja sama Bapak.
Wakil pemerintah :
Ya, sama-sama.
(Mereka
bersalaman)
(2) Peragakan negosiasi
pada nomor (1) itu di depan teman-teman kalian dalam kelompok yang terdiri atas
dua orang!
